KOMUNITAS PENGGIAT WISATA DAN BUDAYA MANDAR


Lokasi Anda : Home

Asam Mangga, Rahasia Kelezatan Kuliner Mandar

Salah satu rahasia kelezatan kuliner Mandar adalah asam mangga, mangga menjadi penambah selera bagi lidah orang Mandar suku terbesar yang mendiami provinsi Sulawesi Barat

asam-mangga-mandar

Asam mangga setengah kering yang sedang dalam proses penjemuran di bawah sinar matahari (Foto : Hasbi Djaya)

Untuk mengolah dan menghasilkan asam Mandar yang sempurna dibutuhkan waktu 3-4 hari. memprosesnya dari mengambil buah, mengupas, memisahkan daging dari batunya, mengiris, merendam, lalu dijemur.

Buah mangga muda yang telah diiris tipis harus direndam dulu dengan air garam boleh air laut selama kurang lebih 2 jam fungsinya agar mampu bertahan lama. Setelah itu barulah di jemur selama dua hari (tergantung cuaca) hingga berwarna hitam kecoklatan.

asam-mangga-mandar-bau-peapi

Buah mangga muda berukuran kecil yang baru saja dikupas dan direndam dalam wadah, siap untuk dijemur (Foto : Hasbi Djaya)

Setelah kering, olahan mangganya barulah bisa digunakan terutama pada kuliner khas "bau peapi" kuliner andalan masyarakat Mandar yang membedakan cita rasa masakan lainnya yang pernah anda cicipi letaknya disini asam Mandar.

menjemur-asam-mangga-mandar

Buah mangga muda yang sedang dijemur (Foto : Hasbi Djaya)

Bila selama ini rasa asam yang pernah anda nikmati dari kuliner daerah lain diperoleh dari cuka, jeruk nipis, atau jeruk lemon namun tidak demikian dengan masyarakat Mandar, cita rasa dan kelezatan itu diperolah dari "pammaissang/pa'issang/pangngissung" bahan alami dari buah mangga muda yang dikeringkan.

Berbeda dengan kuliner Thailand, mereka menggunakan mangga yang masih segar sedang kuliner Mandar jika tidak dijemur maka "pammaissang/pa'issang/pangngissung" cita rasanya tidak akan enak, rasa asam tidak akan keluar.

Mangga tidak bisa lagi dimakan begitu saja setelah mengalami proses penjemuran, dan hanya bisa digunakan sebagai pelengkap atau bumbu masak.

Bagi masyarakat suku Mandar, asam mangga mempunyai rasa asam alami yang tidak terlalu tajam, bila dibandingkan jeruk maupun cuka. Namun rasa asam ini lebih kuat bila dibandingkan dengan asam jawa.

Mangga sudah menjadi tradisi turun-temurun dalam kehidupan masyarakat Mandar, selain menjadi penyedap rasa, asam mangga Mandar juga sebagai sumber ekonomi, diketahui harganya senilai Rp. 15.000-20.000 perliternya.

Tak jarang sanak saudara yang sedang berada di perantauan rela membayar ongkos kirim yang lebih mahal dari harganya untuk membayar kerinduan terhadap kuliner daerahnya.

Dan yang terakhir sebagai penutup tulisan ini, buah mangga diketahui mengandung kalium. Kalium mempunyai fungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kotraksi otot, dan membantu tekanan darah. Konsumsi kalium yang memadai dapat mengurangi efek natrium dalam meningkatkan tekanan darah, dan memberikan kontribusi terhadap penurunan risiko karena stroke.

Tubo, 24 Juli 2018


Penulis :

Hasbi DjayaHasbi Djaya , Menggemari tema kebudayaan dan kepariwisataan saat ini bemukim di kecamatan Tubo Sendana, Kab. Majene, Sulawesi Barat

Kontak Saya 

facebook :  https://www.facebook.com/abiy.sahibutarahoang


Artikel Lain...

Tentang Kami | Facebook | Twitter
Mobile Version