KOMUNITAS PENGGIAT WISATA DAN BUDAYA MANDAR


Lokasi Anda : Home

Melattigi, Tradisi Gadis Mandar Saat Ramadhan Yang Hilang Digerus Zaman

Apa yang unik saat bulan suci Ramadhan tiba di sudut-sudut kampung di sebagian wilayah Mandar selain mattunu pallang ? Jawabannya adalah "Melattigi", seni melukis ujung jari hingga kuku sampai punggung tangan dari tempelan tumbukan halus daun "Inai" atau dalam bahasa ilmiahnya Lawsonia inermis dan nama dagang internasionalnya adalah “Henna”.

Melattigi yang dimaksud penulis pada judul di atas bukan melattigi pada salah satu ritual pernikahan suku Mandar melainkan tradisi yang kerap kita temui saat bulan suci Ramadhan pada zaman kuno dimana pada zaman sekarang sudah jarang kita temui bahkan tidak dijumpai sama sekali.

Untuk mendapatkan warna kuku yang maksimal dengan bahan alami, gadis-gadis Mandar rela tak berdandan seharian karena mewarnai kukunya menggunakan tumpukan inai (lattigi) halus pada kuku kemudian dibungkus menggunakan daun pisang lalu diikat, Anda perempuan Mandar era 70-90 an ?? Anda mungkin pernah melakukannya.

tradisi melattigi gadis mandar

Tradisi melattigi gadis Mandar (Foto : Hasbi Djaya)

Penggunaan daun "inai" juga sering dipakai saat acara-acara adat di Nusantara, di Mandar sendiri digunakan saat upacara pernikahan oleh bangsawan, belakangan umum dilakukan oleh masyarakat biasa.

alat-dan-bahan-membuat-lattigi

Alat dan bahan yang digunakan untuk membuat lattigi  (Foto : Hasbi Djaya)

Dalam era globalisasi, kebudayaan tradisional mulai mengalami erosi. Orang, anak muda utamanya lebih senang menghabiskan waktunya untuk mengakses internet dari pada mempelajari tradisi kebudayaan sendiri. Orang akan merasa bangga ketika dapat meniru gaya berpakaian orang barat dan menganggap budayanya kuno dan ketinggalan. Globalisasi akan selalu memberikan perubahan, kita lah yang harus meneliti apakah budaya-budaya tersebut bersifat positif ataupun negatif.

Berkembangnya informasi dan pesatnya perdagangan bebas, desakan ekonomi pasar yang kuat membuat pemakai "lattigi" berbondong-bondong beralih memakai kutex padahal dalam ajaran islam memakai kutex dapat menghalangi meresapnya air ketika berwudhu.

Bagaimana dengan pemakaian inai atau melattigi ? Apakah memberi pengaruh pada wudhu ? Jawabannya tidak, menurut beberapa sumber lainnya.

Selamat bernostalgia dengan Lattigi.


 

Penulis :

Hasbi Djaya , Tubo Sendana, Kab. Majene, Sulawesi Barat

Kontak Saya

facebook :  https://www.facebook.com/abiy.sahibutarahoang


Artikel Lain...

Tentang Kami | Facebook | Twitter
Mobile Version