KOMUNITAS PENGGIAT WISATA DAN BUDAYA MANDAR


Lokasi Anda : Home

Menemui Puaq Sapaq, Pandai Besi Dari Pamboborang Majene

Saat pertama memasuki kampung ini kita akan disambut dengan bunyi-bunyian besi yang sedang ditempa, di sepanjang perkampungan ini kita bisa melihat beberapa gubuk-gubuk sederhana yang dibuat seadanya dari anyaman kulit bambu, ini adalah lokasi para pandai besi di kampung Pamboborang, kab. Majene, Sulawesi Barat menempa logam.

Saya berkesempatan mengunjungi Pamboborang, desa yang terletak di pelosok utara Majene berjearak sekitar 3-4 km dari pusat kota kabupaten. Mampir di salah satu pande bassi yang usianya sudah cukup renta namun masih sangat kuat menempa besi. Namanya Pua Sapaq. Selain mengerjakan Parang (Kowiq Lakka), Jambia (bentuk keris khas Mandar), Gayang (Keris) juga tak jarang ada yang memesan Katana (Pedang Samurai) padanya.

Sehari-hari aktivitas Puaq Sapaq adalah membuat senjata-senjata tajam ini, ada yang untuk keperluan para pehobi, atau untuk kebutuhan rumah tangga, dari pagi hari hingga sore hari waktu dihabiskan untuk membuat besinya menjadi tipis, dan tajam, dari awalnya bentuk logam batangan, ia dilelehkan dengan api hingga menjadi lempengan besi dan dibentuk sesuai pesanan. Puaq Sapaq setiap hari harus berurusan dengan suhu panas api pembakaran logam.

puaq-sapaq-pandai-besi-pamboborang

Aktivitas menempa logam di desa Pamboborang, kelurahan Baru, Kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Jafar Muris)

Kegiatan menyelesaikan pekerjaan membuat benda-benda tajam ini tidak hanya dilakukan oleh para laki-laki saja seperti Puaq Sapaq, kadang istri atau anak-anak mereka juga ikut membantu, misalnya saat menghaluskan bagian pisau atau parang yang ingin diasah dengan menggunakan mesin gerinda. Bahkan kadang mereka juga ikut dalam proses berat menempa besi.

logam-pandai-besi-pamboborang-majene

Logam sebelum ditempa di desa Pamboborang, kelurahan Baru, Kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Jafar Muris)

Puaq Sapaq adalah pandai besi yang masih membuat senjata tajam dengan metode tradisional (sukaq) metode kustomisasi senjata yang akan dibuat. Dan proses pembuatan senjata di Pamboborang masih menggunakan metode tradisional jauh dari teknik "mekanisasi" yang menggunakan teknologi untuk melelehkan logam.

Khusus senjata tradisional seperti gayang dan jambia tidak sembarang orang memesan katanya, ada beberapa syarat. Misalkan jika dipesan untuk penggunaan pribadi harus diketahui maksud dan  tujuan memesan gayang atau jambia, kemudian ditanyakan nama si pemesan, tanggal lahir dan akan di "sukaq" (ukur)

Khusus untuk gayang ukuran sukaq nya mulai dari ujung jari sampai siku si pemesan sedangkan jambia umumnya mulai dari puting dada sampai puting sebelahnya, kurang lebih sejengkal ukurannya.

bahan-keris-pandai-besi-pamboborang

Logam setelah ditempa dan dibentuk menjadi lempengan keris tanpa pegangan di desa Pamboborang, kelurahan Baru, Kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Jafar Muris)

Para pemesan biasanya bukan dari kabupaten Majene saja bahkan banyak dari daerah tetangga misalnya dari kabupaten Polewali datang memesan baik itu Kowiq Lakka, Jambia maupun Gayang mungkin karena Pamboborang terkenal sebagai salah satu kampung pandai besi yang masih bertahan di Mandar.

Untuk pemesanan Gayang atau Jambia tergolong lama pembuatannya tergantung tingkat kerumitan Pamornya, biasanya memakan waktu sebulan.

keris-puaq-sapaq-pandai-besi-pamboborang

Logam setelah ditempa dan dibentuk menjadi lempengan keris yang dilengkapi dengan pegangan di desa Pamboborang, kelurahan Baru, Kec. Banggae, kab. Majene, Sulawesi Barat (Foto : Muhammad Jafar Muris)

Perlahan namun pasti kampung pandai besi Pamboborang tidak terlepas dari gempuran persaingan bisnis untuk kebutuhan penyediaan alat-alat potong untuk kebutuhan rumah tangga. Namun satu hal yang masih bertahan, metode tradisional yang diwariskan dan kualitas senjata tajam lokal dengan seni ukiran dan pamor pada keris yang masih bernilai seni tinggi terutama pada para penggemar dunia seni logam dan senjata tajam.


Penulis :

muhammad jafar muris

Muhammad Jafar Muris , saat ini menetap di kota Makassar. Memiliki hobi berburu senjata tajam tradisional, minat tinggi sejarah lokal Suselbar dan musik tradisional.

Kontak Saya

facebook :  https://web.facebook.com/fatroy13


Artikel Lain...

Tentang Kami | Facebook | Twitter
Mobile Version