KOMUNITAS PENGGIAT WISATA DAN BUDAYA MANDAR


Lokasi Anda : Home Opini Meneropong Kendala Pengembangan Wisata Alam Di Polewali Mandar

Tampil : 189 kali.

Meneropong Kendala Pengembangan Wisata Alam Di Polewali Mandar

Sabtu, 17 Februari 2018 12:42
oleh Ahmad Dimas Hasir

Tempat wisata alam di Polewali Mandar sampai saat ini sudah semakin banyak bermunculan, ini karena semakin gencarnya gerakan pemerintah Polewali Mandar khususnya di bidang kepariwisataan dalam mempromosikan lokasi wisata alam mulai dari kabupaten, provinsi, sampai ke luar negeri, kegiatan promosi tersebut bermaksud untuk mengundang atau mendatangkan wisatawan lokal antar provinsi maupun wisatawan mancanegara. Akan tetapi sampai saat ini penikmat atau pengunjung wisata alam di Polman terlihat masih sangat rendah, mungkin ada beberapa faktor yang menjadi kendala mengapa wisata alam ini belum bisa menyamai atau sekedar mendekati ruah limpah pengunjung yang silih berganti untuk berdatangan seperti di daerah Bali, Lombok ataupun Papua yang telah masuk kedalam daftar tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara.

gonda-wisata-alam-polewali-mandar

 

Wisata alam pantai Gonda di dusun Gonda, desa Laliko, kecamatan Campalagian, kabupaten Polewali Mandar salah satu objek wisata alam pesisir yang potensial untuk jadi destinasi wisata menarik (Foto : Muhammad Putra Ardiansyah)

Dari sinilah selaku para penggiat wisata yang berada di Polman kita harus bekerjasama dengan pemerintah khususnya pada bagian kepariwisataan untuk mencari faktor yang menjadi kendala minimnya jumlah wisatawan yang masuk padahal kalau kita melihat jumlah tempat wisata yang ada sudah begitu banyak.

Beberapa pendapat mengatakan bahwa faktor yang menjadi kendala dalam meningkatkan antusias wisatawan untuk berkunjung ke Polewali Mandar ini diantaranya yaitu:

1. Jalur transportasi

Jalur transportasi yang menjadi pendukung utama dalam meningkatkan antusias wisatawan untuk berkunjung salah satunya adalah :

A. jalur transportasi udara

Pemerintah harus menyediakan bandara di Polman, karena wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dengan nyaman dan cepat, wisatawan pertama-tama akan melihat jalur dan menghitung jarak, berapa kali berpindah transportasi, berapa budget yang harus di keluarkan, dan menghitung waktu agar bisa sampai ke tempat wisata itu, jika tidak mempunyai bandara, sudah pasti wisatawan kurang melirik karena para wisatawan tidak bakalan mendapat kenyamanan malah melainkan hanya rasa lelah dan tidak akan berpikir untuk datang kedua kalinya lagi.

B. Jalur transportasi darat

Jalur transportasi darat juga menjadi prioritas utama untuk sampai ke lokasi wisata, disini pemerintah juga harus berfikir dengan diadakannya peraturan untuk para supir mobil angkutan umum yang selalu standby di bandara dengan tetap mengutamakan pelayanan yang baik, pakaian supir yang sudah diatur oleh pemerintah serta biaya atau ongkos yang sudah di atur dan ditetapkan oleh pemerintah.

2. Infrastruktur jalan

Infrastruktur jalan ini berhubungan erat dengan alat transportasi darat, jadi infrastruktur jalan juga harus sangat diperhatikan kondisinya, agar melekatkan rasa nyaman terhadap wisatawan.

3. Penataan wisata alam

Penataan wisata alam seyogianya selalu menampakkan kenaturalan tempatnya, artinya apa, jika pihak pemerintah ingin mengembangkan lokasi wisata alam tersebut, perlu disadari bahwa nilai eksotis dan nilai natural alam jangan di rusak dengan berbagai macam warna sehingga menghilangkan warna alami sebuah wisata alam namun pemberian warna bisa dilakukan pada bangunan yang dibuat ditempat itu, hal ini berdasar pada keinginan wisatawan yang ingin bersentuhan dengan tempat wisata yang terasa kental akan kealamiannya.

4. Sarana dan prasarana

Sarana dan prasarana di lokasi wisata menjadi tolak ukur bagi wisatawan akan kesiapan tempat wisata tersebut untuk menjamu pengunjung yang datang sehingga memberikan kesan kenyamanan pada tempat itu.

5. Pembangunan villa

Pembangunan villa atau tempat tinggal yang tidak jauh dari tempat wisata agar lebih memberikan kenikmatan pada tempat wisata tersebut, kebanyakan wisatawan antar provinsi ataupun wisatawan mancanegara lebih dominan menyewa villa atau tempat tinggal yang tidak jauh dari tempat wisata, hal ini dikarenakan keindahan serta kenikmatan suguhan wisata alam tersebut akan cepat hilang jika harus balik ke kota yang penuh dengan kepenatan untuk mencari hotel, utamanya wisatawan mancanegara pasti memilih tinggal di villa yang masih dikelilingi kenaturalan alam dibanding tinggal di hotel dengan dikelilingi dinding beton yang bisa dikatakan itu semua bisa mereka rasakan ditempat atau dinegara mereka sendiri.

6. Penjamuan tamu wisatawan

Penjamuan tamu dilokasi wisata mesti lebih mendorong atau memperlihatkan ke-khasan daerah tersebut, meski harus berpakaian yang lebih klasik, karena ditempat wilayah mereka atau dinegara Mereka pasti ada perbedaan dalam penjamuan, jadi khusus tempat wisata alam di Polewali Mandar ini lebih baiknya menjamu tamu wisatawan dengan bahasa daerah yang dipadukan dengan bahasa internasional atau bahasa Inggris, serta pakaian khas daerah yang harus selalu melekat dan digunakan tuan rumah yang bertugas khusus di bagian penjamuan dan penjemputan tamu.

7. Kuliner

Kuliner khas Polewali Mandar jangan sampai ketinggalan hadir di lokasi wisata, karena selain menikmati pesona alam mereka pastinya akan ingin mencicipi kuliner khas lokal yang ada di daerah tujuan wisata.

8. Kemanan

Keamanan di setiap tempat wisata adalah poin terpenting juga dalam pengelolaan tempat wisata, jadi pemerintah dan pengelola wisata harus bekerjasama dalam menjaga keamanan ditempat tersebut.

Beberapa faktor tadi adalah sebagian referensi dari berbagai sumber yang sedianya mungkin bisa membantu agar wisatawan lokal maupun mancanegara bisa lebih meningkat, sehingga dapat pula membantu perekonomian daerah serta perekonomian masyarakat disekitar atau diluar lokasi wisata alam.


Penulis :

ahmad dimasAhmad Dimas, saat ini menetap di kec. Matakali Kab. Polewali Mandar, menggemari budaya dan seni Mandar, pencinta travelling, aktif di organisasi KOST PETA, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI DDI) Polewali Mandar sebagai ketua, juga aktif dalam kegiatan pemuda di tingkat lokal dan nasional.

Kontak :

facebook : https://www.facebook.com/ahmad.dimas.5

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :


Tentang Kami | Facebook | Twitter
Mobile Version