KOMUNITAS PENGGIAT WISATA DAN BUDAYA MANDAR


Lokasi Anda : Home Opini Transplantasi Terumbu Karang Sulbar : Transplantasi Klasik VS Underwater Sculpture Dari Kacamata Wisata Dan Lingkungan

Tampil : 353 kali.

Transplantasi Terumbu Karang Sulbar : Transplantasi Klasik VS Underwater Sculpture Dari Kacamata Wisata Dan Lingkungan

Senin, 30 April 2018 23:09
oleh Uwais Al Qarni

Transplantasi klasik (kita singkat: TK) vs Underwater Sculpture (UWS)

Mengapa tidak mencoba menjelajahi laut Mandar, siapa tahu saja kita bertemu dengan objek-objek berpotensi wisata di dasar laut. Daripada membuat tanggul pemecah ombak, lebih baik kita membuat seni patung seperti ini di bawah laut, 2-3 tahun kedepan patung-patung ini akan ditumbuhi coral (metode transplantasi coral kekinian) coral tumbuh, ikan banyak, nelayan makmur, pariwisata berkembang, ini yang disebut multipurpose solution.

transplantasi karang metode underwater sculpture

Potensi wisata bawah laut dengan objek-objek menarik yang terbenam di dasarnya

Dibandingkan transplantasi klasik, maka uderwater sculpture lebih punya banyak kelebihan. Beberapa perbandingannya dijelaskan sebagai berikut :

Menjadi terumbu karang
Baik TK maupun UWS sama-sama berstatus judi. Pertumbuhan karang dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah salinitas (tingkat keasinan) dan ph (keasaman) air laut, kemampuan cahaya matahari untuk tembus (dipengaruhi oleh tingkat kejernihan air laut), sedimentasi, arus laut, dan masih banyak lagi parameter lainnya. Apakah kita punya peralatan untuk semua ini?

transplantasi karang kalsik

Metode transplantasi karang klasik

Mari kita ambil pahitnya dengan berasumsi bahwa proses transplantasi gagal. Pada tahap ini penilaian hanya akan bertumpu pada estetika. Secara estetika (penampilan) UWS lebih unggul dari TK. UWS bisa menjadi museum artistik bawah laut (karena ia punya bentuk), sementara TK tidak ubahnya hanya seonggok sampah atau benda aneh di dasar laut.

Sebagai pemecah gelombang/penangkal abrasi
Seperti yang kita ketahui bahwa terumbu karang adalah salah satu pemecah gelombang alami yg berfungsi sangat baik. Jadi TK tidak berfungsi jika pertumbuhan coralnya belum terjadi. Sedangkan UWS meski tidak ditumbuhi coral dan menjadi terumbu karang, otomatis langsung berfungsi karena cara kerjanya sama dengan tanggul penahan ombak.

Selain fungsi diatas, TK butuh bibit coral, kita akan mengambil bibit darimana? apakah kita paham dengan metode pengambilan bibitnya? Apakah bibit itu nantinya sesuai atau bisa "survive" dan bertahan di lokasi yang kita inginkan ? Data-data pendukung dari lokasi transplantasi tentang  syarat tumbuh kembangnya coral apa sudah ada dan memenuhi ? Dan sederet pertanyaan lainnya.

transplantasi karang metode underwater sculptures

Contoh aplikasi penggunaan properti patung yang dapat menjadi lokasi tumbuhnya coral di dasar laut yang dilakukan di Granada, Karibia (Foto :www.adventurejunkies.com)

Manfaat Underwater sculpture
Ada begitu banyak efek positif dan manfaat underwater sculpture.
1. Sebagai tanggul bawah laut (pemecah gelombang)

Hal ini dapat dipelajari proses nya dengan terjadinya ombak, semua dimulai dari energi gelombang di bawah laut.

2. Artistik Museum Bawah Laut

Seperti yg ada di Cancun, Meksiko; Gili Meno, Lombok; Pemuteran, Bali. Yang di Pemuteran, Bali di desain seperti pura lengkap dengan orang-orang yg beribadah. Kalau ini diaplikasikan di kab.Polman, Sulawesi Barat bisa di desain model kerajaan atau tembok benteng pertahanan. Ini akan menjadi objek wisata bawah laut dan akan menjadi magnet bagi wisatawan.

3. Dapat menunjang fungsi ekologis dan ekonomis

Jika proses pembentukan coral dan coral reef nya berhasil. Ini akan jadi sangat fantastis. Laut sehat, ikan banyak, nelayan untung, pariwisata melaju, ekonomi berkembang.

Untuk pengembangan transplantasi klasik di perairan Sulawesi Barat sudahkah kita melakukan analisis yang mendalam? Ini metode transplantasi klasik yang membutuhkan proses panjang dan kompleks untuk tumbuh dan dapat dinikmati. Penanganannya juga harus ekstra dan potensi kegagalannya cukup besar. Manfaatnya pun tidak lebih banyak dari metode underwater sculpture (seni pahat/patung dibawah laut). Sebaiknya sebelum memulai tindakan transplantasi kita perlu mempertimbangkan baik-baik dan melakukan riset yang mendalam. Jangan sampai tenaga, waktu, pikiran dan materi terkuras tetapi hasilnya tidak sesuai harapan dan harus start kembali dari awal.

Kalau misalnya kita membandingkan kesuksesan penanaman karang dengan daerah lainnya di luar Sulbar misalnya dengan hal yang dilakukan di Kapoposang, maka sebaiknya kita tidak menyamakan satu daerah dengan daerah lainnya. Kapopisang dan perairan di Sulbar berbeda. Kalau transplantasi terumbu karang berhasil di Kapoposang, apakah akan berhasil juga di perairan Sulbar? Belum tentu. Karena letak geografis yang berbeda maka faktor dan kondisi perairan sudah pasti berbeda meski tetap terdapat kesamaan.

Lalu apakah harus patung? Jangan terpaku pada patung. Underwater sculpture tidak harus patung! bermasalah dengan anggaran? Ini sebagai solusi yang dapat diberikan untuk pemerintah di daerah ketimbang mereka mengucurkan dana untuk membangun tanggul yang tujuannya hanya untuk mencegah abrasi, lebih baik membuat underwater sculpture.


Penulis :

Uwais Al Qarni, Traveller, dan Founder dan Sahabat Hiu Indonesia

Kontak Saya :

Facebook : https://www.facebook.com/Blu33Motion

 

 

Silahkan beri komentar, kalau ada link yang mati atau isinya perlu dikoreksi, laporkan juga disini.

Jawab :


Tentang Kami | Facebook | Twitter
Mobile Version